Call us: 0361-701981 | E-mail: poltek@pnb.ac.id

pnb Terdepan, Profesional, Berdaya Saing Internasional

GREEN TOURISM INTERNATIONAL SEMINAR 22 April 2020, Cara Magister Terapan Perencanaan Pariwisata PNB Rayakan Hari Bumi

Program Magister Terapan Perencanaan, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali (PNB) menyelenggarakan event besar tahun 2020, yakni Green Tourism International Seminar (GTIS) tepat di Hari Bumi, Rabu 22 April, di Gedung Widya Guna - PNB, Bukit Jimbaran, Badung. Green tourism secara umum adalah konsep kepaduan ekologi-ekonomi-sosial budaya dalam menjalankan praktik pariwisata untuk kepentingan semua pihak dan sifatnya jauh ke jangka panjang. Di PNB sendiri, green tourism merupakan payung pengembangan tridarma perguruan tinggi khas kelembagaan yang mewujud dalam berbagai aspek kurikulum dan pengajaran, riset-riset, dan pengabdian kepada masyarakat untuk semua jurusan dan program studi.
Ketua Panitia GTIS, I Putu Aban Wibawa, menyatakan, tujuan pelaksanaan seminar internasional yang direncanakan dibuka Gubernur Bali ini tidak lain adalah mensosialisasikan paradigma green tourism dan sekaligus membudayakan green living di segenap stakeholder kepariwisataan, termasuk publik pada umumnya. Menurutnya, selama ini, yang dikenal secara luas hanya konsep sustainable tourism. Kata green dalam green tourism ingin menekankan pentingnya alam, lingkungan, dan ekologi serta gaya hidup green (green living) agar bisnis pariwisata yang dipilih mampu berjalan dengan baik dan dapat terus memupuk keberlangsungan kehidupan sosial-budaya kemasyarakatan di sekitarnya.
Aban Wibawa menambahkan, secara teoretis, sebagaimana halnya sustainable tourism, green tourism diniatkan menjaga keselarasan ekologis, keselarasan bisnis-ekonomi, dan keselarasan sosial-budaya yang sering disebut tiga P (planet, profit, people). Ekologi itu tentang planet, bisnis-ekonomi tentang profit, dan sosial-budaya tentang manusia. “Pesan moral green tourism sangat perlu didengar dan diteladani tidak saja bagi kalangan dosen dan mahasiswa di kampus, tetapi juga bagi pelaku bisnis terkait hingga publik seluas-luasnya. Karenanya, GTIS menjadi relevan dan signifikan di tengah semakin menderitanya bumi akibat egoisme manusia dan keserakahan kapitalisme”, ujar mahasiswa Matrappar pebisnis muda ini bersemangat.
Sepanjang diketahui, seminar tepat di hari perayaan planet tempat makhluk manusia lahir dan hidup ini dengan menggunakan image “green tourism” baru pertama kali diselenggarakan secara internasional di Indonesia. Karenanya, seminar ini mengeksplorasi sejumlah diskursus penting green tourism yang akan dibahas para keynote speaker, seperti persoalan-persoalan alam-lingkungan-ekologi dan tata nilai sosial-budaya terkait; green destination dan green operation/management; serta green technology dan e-marketing dalam praktik bisnis pariwisata. Untuk itu, sebagai keynote speaker akan ditampilkan pakar dan pelaku bisnis terkemuka:

  • Prof Dr I Gde Pitana M.Sc (Academician/Researcher, Universitas Udayana) “Religiosity, local knowledge, and ecology in developing green tourism”;
  • Mr. Kartik Anand (General Manager STS World Pvt Ltd) “Green tourist, green destination, and green operation/management”; dan
  • Gede Gunawan MBA (Country Director of Agoda International Indonesia) “Digital technology and e-marketing for tourism business”.

Adapun, topik-topik yang dibahas oleh segenap pembicara lainnya dapat mencakup:

  • philosophies, theories, science and technology, practices, and applications of responsible/sustainable/green tourism
  • sustainable geo-tourism
  • eco-, agro-, natural, and village/rural tourism
  • cultural, religious, and alternative tourism
  • community-based tourism
  • green hotel, hospitality, and tourism infrastructure
  • digital tourism operation/management
  • e-marketing in tourism
  • all travel and tourism businesses and tourist activities which are or have to be ecologically/environmentally and socio-culturally friendly.

Sejalan dengan terobosan Pemerintah Provinsi Bali saat ini yang menggelorakan “Nangun Sat Kertih Loka Bali menuju Bali Era Baru” yang sangat pro lingkungan, manusia, dan kebudayaan religius ke-Bali-an, Prodi Magister Terapan Perencanaan Pariwisata (Matrappar) sangat berkomitmen mewujudkan green tourism tidak saja dalam konteks wacana keilmuan di dunia kampus tetapi lebih jauh hingga ke ranah-ranah praktis di dunia nyata. Dalam sangat banyak hal, green tourism berjalan bergandengan tangan dengan “Nangun Sat Kertih Loka Bali”. Di Matrappar sendiri, ada sejumlah mata kuliah yang secara tegas menjalankan panduan-panduan green tourism, yaitu (1) Paradigma Green Tourism (Green Tourism Paradigm); (2) Studi Kelayakan Green Tourism (Green Tourism Feasibility Study); (3) Strategi Kebijakan dan Regulasi Green Tourism (Policy Strategy and Regulation in Green Tourism); (4) Analisis Penerapan Perencanaan Green Tourism (Analysis on Application of Green Tourism Planning); dan (5) Proyek Bisnis Green Tourism (Green Tourism Business Project). Bahkan ada satu mata kuliah yang mengkhususkan diri menempa mahasiswa untuk mengikuti secara aktif seminar-seminar internasional seperti GTIS ini, yaitu Penulisan Ilmiah Terapan dan Seminar Internasional Pariwisata (Applied Scientific Writing and International Seminar in Tourism).
Selaku Ketua Jurusan Pariwisata dan dosen koordinator untuk mata kuliah Penulisan Ilmiah Terapan dan Seminar Internasional Pariwisata di Matrappar, Prof. Ni Made Ernawati MATM, PhD menyatakan, seminar yang diselenggarakan mahasiswa angkatan/gen 1 (2019) ini boleh dikatakan merupakan pengejawantahan segi-segi perencanaan pariwisata (tourism business planning) dalam suatu event yang nyata dan tidak lagi berupa praktik-praktik dan simulasi-simulasi di kelas.
Menurut Prof Ernawati, GTIS akan menjadi agenda tetap tahunan Matrappar dan Jurusan Pariwisata. Syukurnya, dalam pelaksanaannya nanti, GTIS didukung sepenuhnya oleh tiga jurnal internasional publikasi internal (mandiri), yaitu (1) International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events (IJASTE); (2) Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality (JASTH); dan (3) International Journal of Green Tourism Research and Applications (IJOGTRA). “Semoga karya besar ini sukses adanya, agar bisa dijadikan penanda keberadaan Magister Terapan Perencanaan Pariwisata dan Jurusan Pariwisata pada setiap tahunnya dalam konstelasi pendidikan tinggi vokasi baik dalam konteks lokal, nasional, dan global”, ujarnya mantap dan optimistik.
Lebih jauh informasi tentang GTIS 2020 dapat diperoleh di website: https://s2pariwisata.pnb.ac.id; email: gtis-matrappar@pnb.ac.id; Facebook: magister terapan perencanaan pariwisata; Instagram: matrappar; WA: +62 812 4648 1058 (Aban Wibawa) [pakmud].

Tags: PNB, Politeknik Negeri Bali, Kampus Vokasi Terdepan

Go to top of page