Call us: 0361-701981 | E-mail: poltek@pnb.ac.id

pnb Terdepan, Profesional, Berdaya Saing Internasional

Jurusan Pariwisata Selenggarakan Open House 2020

Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali selama tiga hari berturut-turut (19-21 April 2020) melaksanakan hajatan besar Open House Jurusan Pariwisata 2020 di Gedung Widya Padma. Open House dimaksudkan untuk mensosialisasikan dan sekaligus mengundang publik untuk menyaksikan secara nyata keberadaan Jurusan Pariwisata yang sebagian besar lulusannya sudah mengisi posisi-posisi penting di konstelasi industri kepariwisataan tidak saja di Bali tetapi juga di luar Bali dan luar negeri.

Open house yang dibuka dan dimulai hari Minggu, 19 April, diawali kegiatan-kegiatan olahraga, donor darah, dan hiburan, di antaranya adalah PNB Body Contest (“Show Your Six Pack”).

Tags: PNB, Politeknik Negeri Bali, Kampus Vokasi Terdepan

Read more

GREEN TOURISM INTERNATIONAL SEMINAR 22 April 2020, Cara Magister Terapan Perencanaan Pariwisata PNB Rayakan Hari Bumi

Program Magister Terapan Perencanaan, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali (PNB) menyelenggarakan event besar tahun 2020, yakni Green Tourism International Seminar (GTIS) tepat di Hari Bumi, Rabu 22 April, di Gedung Widya Guna - PNB, Bukit Jimbaran, Badung. Green tourism secara umum adalah konsep kepaduan ekologi-ekonomi-sosial budaya dalam menjalankan praktik pariwisata untuk kepentingan semua pihak dan sifatnya jauh ke jangka panjang. Di PNB sendiri, green tourism merupakan payung pengembangan tridarma perguruan tinggi khas kelembagaan yang mewujud dalam berbagai aspek kurikulum dan pengajaran, riset-riset, dan pengabdian kepada masyarakat untuk semua jurusan dan program studi.
Ketua Panitia GTIS, I Putu Aban Wibawa, menyatakan, tujuan pelaksanaan seminar internasional yang direncanakan dibuka Gubernur Bali ini tidak lain adalah mensosialisasikan paradigma green tourism dan sekaligus membudayakan green living di segenap stakeholder kepariwisataan, termasuk publik pada umumnya. Menurutnya, selama ini, yang dikenal secara luas hanya konsep sustainable tourism. Kata green dalam green tourism ingin menekankan pentingnya alam, lingkungan, dan ekologi serta gaya hidup green (green living) agar bisnis pariwisata yang dipilih mampu berjalan dengan baik dan dapat terus memupuk keberlangsungan kehidupan sosial-budaya kemasyarakatan di sekitarnya.
Aban Wibawa menambahkan, secara teoretis, sebagaimana halnya sustainable tourism, green tourism diniatkan menjaga keselarasan ekologis, keselarasan bisnis-ekonomi, dan keselarasan sosial-budaya yang sering disebut tiga P (planet, profit, people). Ekologi itu tentang planet, bisnis-ekonomi tentang profit, dan sosial-budaya tentang manusia. “Pesan moral green tourism sangat perlu didengar dan diteladani tidak saja bagi kalangan dosen dan mahasiswa di kampus, tetapi juga bagi pelaku bisnis terkait hingga publik seluas-luasnya. Karenanya, GTIS menjadi relevan dan signifikan di tengah semakin menderitanya bumi akibat egoisme manusia dan keserakahan kapitalisme”, ujar mahasiswa Matrappar pebisnis muda ini bersemangat.
Sepanjang diketahui, seminar tepat di hari perayaan planet tempat makhluk manusia lahir dan hidup ini dengan menggunakan image “green tourism” baru pertama kali diselenggarakan secara internasional di Indonesia. Karenanya, seminar ini mengeksplorasi sejumlah diskursus penting green tourism yang akan dibahas para keynote speaker, seperti persoalan-persoalan alam-lingkungan-ekologi dan tata nilai sosial-budaya terkait; green destination dan green operation/management; serta green technology dan e-marketing dalam praktik bisnis pariwisata. Untuk itu, sebagai keynote speaker akan ditampilkan pakar dan pelaku bisnis terkemuka:

  • Prof Dr I Gde Pitana M.Sc (Academician/Researcher, Universitas Udayana) “Religiosity, local knowledge, and ecology in developing green tourism”;
  • Mr. Kartik Anand (General Manager STS World Pvt Ltd) “Green tourist, green destination, and green operation/management”; dan
  • Gede Gunawan MBA (Country Director of Agoda International Indonesia) “Digital technology and e-marketing for tourism business”.

Adapun, topik-topik yang dibahas oleh segenap pembicara lainnya dapat mencakup:

  • philosophies, theories, science and technology, practices, and applications of responsible/sustainable/green tourism
  • sustainable geo-tourism
  • eco-, agro-, natural, and village/rural tourism
  • cultural, religious, and alternative tourism
  • community-based tourism
  • green hotel, hospitality, and tourism infrastructure
  • digital tourism operation/management
  • e-marketing in tourism
  • all travel and tourism businesses and tourist activities which are or have to be ecologically/environmentally and socio-culturally friendly.

Sejalan dengan terobosan Pemerintah Provinsi Bali saat ini yang menggelorakan “Nangun Sat Kertih Loka Bali menuju Bali Era Baru” yang sangat pro lingkungan, manusia, dan kebudayaan religius ke-Bali-an, Prodi Magister Terapan Perencanaan Pariwisata (Matrappar) sangat berkomitmen mewujudkan green tourism tidak saja dalam konteks wacana keilmuan di dunia kampus tetapi lebih jauh hingga ke ranah-ranah praktis di dunia nyata. Dalam sangat banyak hal, green tourism berjalan bergandengan tangan dengan “Nangun Sat Kertih Loka Bali”. Di Matrappar sendiri, ada sejumlah mata kuliah yang secara tegas menjalankan panduan-panduan green tourism, yaitu (1) Paradigma Green Tourism (Green Tourism Paradigm); (2) Studi Kelayakan Green Tourism (Green Tourism Feasibility Study); (3) Strategi Kebijakan dan Regulasi Green Tourism (Policy Strategy and Regulation in Green Tourism); (4) Analisis Penerapan Perencanaan Green Tourism (Analysis on Application of Green Tourism Planning); dan (5) Proyek Bisnis Green Tourism (Green Tourism Business Project). Bahkan ada satu mata kuliah yang mengkhususkan diri menempa mahasiswa untuk mengikuti secara aktif seminar-seminar internasional seperti GTIS ini, yaitu Penulisan Ilmiah Terapan dan Seminar Internasional Pariwisata (Applied Scientific Writing and International Seminar in Tourism).
Selaku Ketua Jurusan Pariwisata dan dosen koordinator untuk mata kuliah Penulisan Ilmiah Terapan dan Seminar Internasional Pariwisata di Matrappar, Prof. Ni Made Ernawati MATM, PhD menyatakan, seminar yang diselenggarakan mahasiswa angkatan/gen 1 (2019) ini boleh dikatakan merupakan pengejawantahan segi-segi perencanaan pariwisata (tourism business planning) dalam suatu event yang nyata dan tidak lagi berupa praktik-praktik dan simulasi-simulasi di kelas.
Menurut Prof Ernawati, GTIS akan menjadi agenda tetap tahunan Matrappar dan Jurusan Pariwisata. Syukurnya, dalam pelaksanaannya nanti, GTIS didukung sepenuhnya oleh tiga jurnal internasional publikasi internal (mandiri), yaitu (1) International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events (IJASTE); (2) Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality (JASTH); dan (3) International Journal of Green Tourism Research and Applications (IJOGTRA). “Semoga karya besar ini sukses adanya, agar bisa dijadikan penanda keberadaan Magister Terapan Perencanaan Pariwisata dan Jurusan Pariwisata pada setiap tahunnya dalam konstelasi pendidikan tinggi vokasi baik dalam konteks lokal, nasional, dan global”, ujarnya mantap dan optimistik.
Lebih jauh informasi tentang GTIS 2020 dapat diperoleh di website: https://s2pariwisata.pnb.ac.id; email: gtis-matrappar@pnb.ac.id; Facebook: magister terapan perencanaan pariwisata; Instagram: matrappar; WA: +62 812 4648 1058 (Aban Wibawa) [pakmud].

Tags: PNB, Politeknik Negeri Bali, Kampus Vokasi Terdepan

Read more

Program Magister Terapan Perencanaan Pariwisata-PNB Kembangkan SDM Manajerial Pariwisata Berbasis Iptek Terapan

Di era industrialisasi 4.0 yang serbacepat, tanpa batas, dan sering tak berkepastian, perusahaan-perusahaan industri pariwisata di Indonesia dan dunia membutuhkan banyak SDM manajerial yang memiliki kemampuan profesional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terapan (applied science and technology).

Untuk kepentingan tersebut, dari selingkung segitiga emas pariwisata Bali (Sanur-Nusa Dua-Kuta), Program Magister (S2) Terapan Perencanaan Pariwisata (Tourism Business Planning), Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali tahun akademik 2020/2021 mengundang para lulusan D-4 dan S-1 dari berbagai disiplin ilmu untuk difasilitasi para profesor dan doktor profesional PNB serta GM-GM industri pariwisata menjadi manajer/pemimpin manajerial, akademisi ilmu terapan, dan entrepreneur bisnis hotel dan hospitalitas, travel dan transportasi, destinasi dan daya tarik wisata, serta event dan MICE.

Dalam proses pembelajaran berpendekatan problem-based yang komunikatif dan digitally-friendly, berbagai persoalan perencanaan dan pengembangan bisnis yang benar-benar ada dan terjadi di lingkungan industrial kepariwisataan ditransfer sedemikian rupa pada seluruh perkuliahan di The School of Managers in Tourism ini. Karenanya mahasiswa dibekali konsep-konsep dan teori-teori terapan terkait; praktik-praktik trend manajerial terkini; strategi, taktik, dan operasi perencanaan dan perancangan model projek bisnis yang prospektif, berterima pasar, dan menguntungkan secara bisnis; serta pengembangan keahlian spesifik yang dipilih mahasiswa untuk dikembangkan sebagai profesional.

Bahkan menurut Dr. I Ketut Budarma, M.Par, MMTHRL yang membidangi kerja sama internasional program studi, program studi magister terapan perencanaan pariwisata (tourism business planning) satu-satunya di Indonesia ini menyediakan pilihan program double-degree dengan University of Angers, Perancis, dalam bahasa Inggris. Ini berarti bahwa mereka yang mengikuti program ini akan mendapat dua gelar ketika lulus, yaitu satu gelar Perancis dan satu gelar Indonesia (igm).

Tags: PNB, Politeknik Negeri Bali, kampus vokasi terdepan

Read more

Program Magister Terapan Perencanaan Pariwisata PNB Gelar Matrikulasi 2019/2020 dan Studium Generale

Program Studi Perencanaan Pariwisata, Program Magister Terapan, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali menggelar matrikulasi untuk 33 mahasiswa barunya yang berlangsung di Gedung MICE kampus setempat Senin 02 September hingga Jumat 06 September 2019. Matrikulasi didahului dengan studium generale dari Wakil Gubernur Bali yang sekaligus Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Bali Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si (Tjok Ace) setelah seremoni pembukaan oleh Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE, M.eCom. Tiga puluh tiga mahasiswa angkatan pertama, yakni 17 laki dan 16 perempuan, kompak mengenakan baju putih dengan bawahan gelap lengkap dengan dasi dan scarf-nya dna tampak tekun mengikuti acara yang dihadiri oleh para pejabat di lingkungan PNB, termasuk dosen-dosen Program Studi Perencanaan Pariwisata dan Jurusan Pariwisata.

 

Dalam sambutannya I Nyoman Abdi selaku Direktur PNB menyatakan rasa syukurnya karena setelah 30 tahun lembaga penghasil profesional ini berdiri akhirnya bisa menjalankan program magister (S-2) terapan untuk pertama kalinya. Bahkan Perencanaan Pariwisata ini merupakan program studi satu-satunya di Indonesia. Dikatakannya, sudah ada beberapa lembaga pendidikan vokasi di luar Bali yang menaruh minat untuk mengambil lulusan program ini untuk dijadikan dosen atau tenaga pengajar. Apalagi para mahasiswa baru ini tidak saja berasal dari Bali tetapi juga dari pulau-pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Lombok. 

Tjok Ace dalam pidato studium generale-nya yang renyah dan komunikatif yang berjudul “Bali di Era Bisnis Global: Dinamika Perkembangan Wisatawan serta Produk  dan Industri Pariwisata” di antaranya menyatakan perlunya semua pihak, para stakeholder, dalam hal ini perguruan tinggi seperti Program Magister Terapan Perencanaan Pariwisata PNB menjalankan kurikulumnya dengan selalu bergandengan dengan realitas-realitas global yang dihadapi oleh industri pariwisata di mana di dalamnya revolusi industri 4.0 harus menjadi perhatian. Menurut mantan dosen, pengusaha, seniman, dan budayawan ini, kuncinya adalah SDM (sumber daya manusia), khususnya yang dihasilkan oleh program-program pendidikan tinggi terapan seperti di Politeknik Negeri Bali

Selain studium generale, para mahasiswa diberikan kuliah umum industrial dari Dewa Darmayuda (manajemen The St Regis Bali Resort) bertopik “The St Regis Bali Resort: “Manajemen Sumber Daya, Kualitas Pelayanan, dan Sustainabilitas Bisnis” di samping bekal wawasan dan pengetahuan proses kependidikan di program studi ini oleh Ketua Jurusan Pariwisata I Ketut Suarta dengan topik “Penerapan Sistem Pendidikan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali pada Program Studi Perencanaan Pariwisata, Program Magister Terapan (MTrPP)”. 

Menurut Ketua Program Studi Perencanaan Pariwisata Dr. I Gede Mudana, M.Si, materi keilmuan matrikulasi diberikan oleh seluruh enam dosen program studinya, yaitu berturut-turut: (1) “Persoalan Filsafat Ilmu Terapan Pariwisata (dalam Konteks Keberadaan Program Studi Perencanaan Pariwisata, Program Magister Terapan, Politeknik Negeri Bali)” (I Gede Mudana); (2) “Pariwisata sebagai Bisnis dan Kewirausahaan: Sumber Daya Ekonomi dan Aspek-aspek Ekonomi Politik Industrialisasinya” (I Putu Astawa); (3) “Perkembangan Manajemen dan Posisi Perencanaan Pariwisata (Tourism Business Planning)” (Ni Made Ernawati); (4) “Peran Pemimpin dalam Proses Kerja Manajemen Industri Pariwisata di Era Disruptif” (I Made Darma Oka); (5) “Tren, Isu Strategis, dan Prospek Bisnis Pariwisata Global-Nasional-Lokal” (I Ketut Budarma); (6) “Pariwisata Global, Industri 4.0, dan Generasi Milenial: Peluang dan Tantangan bagi Lokalitas (Alam, Manusia, Budaya)” (Ni Gst Nym Suci Murni) (mud).

Tags: PNB, Politeknik Negeri Bali, kampus vokasi terdepan

Read more

Magister Terapan Perencanaan Pariwisata PNB Pengabdian kepada Masyarakat Pengembangan Desa Wisata Agrocacao di Pohsanten

       Sebanyak 33 mahasiswa Program Magister (S2) Terapan Perencanaan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) Minggu, 27 Oktober 2019 merealisasikan proyek pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan wisata agrocacao sebagai bagian dari tridarma perguruan tingginya di Desa Pohsanten, Kabupaten Jembrana. Pengabdian program studi pertama dan satu-satunya di Indonesia ini diketuai oleh Dra. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D didampingi sejumlah dosen pembimbing.

            Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan wisata agrocacao (cokelat) di antaranya melalui pengerasan jalan, pembuatan akses menuju sungai setempat, pengkonsepan agrocacao edutour, pembuatan tour commentary serta strategi pemasaran produk-produk terkait. Rangkaian pengabdian berbasis desa agrowisata ini ditutup dengan penyuluhan bertema “Bumi Berkelanjutan” yang diberikan secara khusus untuk kelompok Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community-Based Tourism) yang berjumlah 12 petani di samping sejumlah anggota masyarakat lainnya.  

            Menurut Dr. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D, pihaknya sudah melakukan penjajagan serta studi awal untuk proyek pengabdian program studi ber-tagline The School of Managers in Tourism ini. “Pengabdian ini dilakukan dengan penuh perencanaan yang didahului dengan observasi mendalam terhadap setting alam dan geografi serta pendekatan-pendekatan sosiokultural sebagai pengejawantahan konsep community-based tourism. Hal ini sangat relevan dari sisi kedua belah pihak karena Politeknik Negeri Bali sendiri memiliki paradigma pengembangan keilmuan green tourism yang bertanggung jawab pada keselarasan alam/lingkungan, eksistensi bisnis, dan penghormatan sosial-budaya” ujar doktor pariwisata lulusan Australia ini.

Masyarakat Pohsanten yang terlibat dalam pengabdian ini tampak antusias terlibat dalam pengelolaan wisata agrocacao. Menurut kepala desa setempat, I Gusti Agung Kade Sutra Gunadi Putra, pengembangan wisata agrocacao sangat dibutuhkan Desa Pohsanten karena cokelat merupakan komoditas pertanian penting di wilayahnya. Buktinya, luas lahannya 20 hektar. Setiap hektar dikelola satu petani dan setiap 10 hektar dikelola satu subak di mana tiap subak terdiri atas 10 petani. Secara umum jumlah petani cokelat di desa ini 200 KK. “Pengabdian S2 Terapan Pariwisata ini semakin meyakinkan masyarakat di desa kami bahwa agrocacao, di samping merupakan produk pertanian, dapat juga dijadikan produk pembeda dari begitu banyak jenis produk wisata di Bali”. 

Dalam pengabdian ini, bersama sejumlah anggota masyarakat setempat, para mahasiswa magister terapan ini tampak bersemangat melakukan penataan serta perbaikan tour track dengan pemandangan cokelatnya. Di samping itu, para mahasiswa yang sebagian besarnya adalah manajer perusahaan dan pekerja industri pariwisata ini intens terlibat dalam perencanaan manajerial agrowisata coklat, khususnya terkait dengan persoalan bagaimana me-link and match-kan antara produk-produk yang ada dengan needs and wants wisatawan.

Mahasiswa bernama Nyoman Budi Arma, CEO sebuah holding company hospitalitas aktif memberikan wawasan, pengalaman, serta strategi-taktik dan pengoperasian bagaimana mengundang pasar potensial, khususnya pangsa wisatawan peminat agrocacao agar mau datang, tertarik, dan terlibat dalam agrowisata di Pohsanten. Sementara Purna Wirananta, owner beberapa restoran terlihat sibuk memberikan penjelasan bagaimana cara melibatkan pasar aktual dalam rangkaian siklus alamiah cokelat di kebun-kebun yang ada, sehingga ada semacam sense of belonging bahwa cokelat-cokelat tersebut adalah milik si wisatawan.

Dr. I Gede Mudana, M.Si, Ketua Program Studi Perencanaan Pariwisata, Program Magister Terapan, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali mengharapkan, dari pengabdian kepada masyarakat di Pohsanten ini, para mahasiswa ada yang dapat memetik manfaat secara keilmuan dan bisa menghasilkan karya-karya tulis ilmiah terapan yang inovatif tentang berbagai aspek bisnis wisata agrocacao di mana hasil karya-karya tersebut dapat diterapkan kembali dalam bentuk-bentuk pengabdian lainnya dan bahkan berupa penciptaan usaha-usaha bisnis terkait yang melibatkan masyarakat setempat. Dengan demikian, Pohsanten bisa benar-benar menjadi Desa Wisata Agrocacao dalam pengertian yang sebenarnya sesuai program pengabdian kepada masyarakat yang sejak awal ditangani Dr. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D. Ini menunjukkan, program studi yang dikenal dengan nama Inggris tourism business planning ini berhasil membuktikan adanya situasi menang-menang (win-win solution) antara perguruan tinggi dan masyarakat karena ilmu benar-benar diterapkan dan dimanfaatkan untuk masyarakat (igm).

Tags: PNB, Politeknik Negeri Bali, kampus vokasi terdepan

Read more

Go to top of page