Kurikulum Merdeka Belajar Jurusan Pariwisata Kini Valid

Bertepatan diadakannya Open House Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) 2021, kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) jurusan ini secara formal telah divalidasi oleh wakil masing-masing stakeholder yaitu pemerintah, asosiasi kepariwisataan, industri pariwisata, dan akademisi, di Gedung Widya Padma PNB Senin pagi, 30 Agustus 2021. Penanda tangan kurikulum di antaranya terdiri atas I Putu Astawa (pemerintah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali); Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (asosiasi pariwisata, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Bali); Dewa Gede Putra Yadnya (industri pariwisata, Direktur Learning and Development The St Regis Bali Resort); dan I Nyoman Abdi (akademisi, Direktur Politeknik Negeri Bali). Acara Open House dan Validasi Kurikulum dengan protokol kesehatan sangat ketat ini dihadiri Direktur Politeknik Negeri Bali beserta jajarannya, Ketua Jurusan Pariwisata dan semua Koordinator Program Studi, serta wakil dari masing-masing stakeholder serta wakil mahasiswa dan beberapa undangan lainnya.

Dengan tervalidasinya kurikulum MBKM, ini berarti Jurusan Pariwisata terhitung sejak tahun akademik 2021/2022 yang dimulai pertengahan September ini resmi menjalankan kurikulum hasil kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Tentu saja kurikulum ini tidak disusun begitu saja tetapi melalui riset-riset mendalam serta review pengalaman panjang Jurusan Pariwisata dan Politeknik Negeri Bali dalam bekerja sama dengan industri pariwisata bahkan sejak awal berdirinya lembaga ini yaitu 1987.

Menurut Direktur Politeknik Negeri Bali, I Nyoman Abdi SE, MeCom, sebenarnya konsep kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka sudah sejak awal dilakukan di semua jurusan dan program studi di PNB karena PNB sebagai bagian dari pendidikan vokasi menganut paradigma terapan (applied) dengan sistem problem-based learning-nya. Buktinya mahasiswa memiliki kesempatan magang secara intens di industri-industri terkait. “Sudah menjadi tradisi pendidikan vokasi bahwa apa yang dibahas di kampus adalah apa yang benar-benar terjadi dan menjadi permasalahan di industri-industri terkait. Dari situ terjadi super-link dan super-match antara PNB dan industri-industri terkait” tandas direktur yang berhasil membawa kampusnya ber-BLU (badan layanan umum) dan menjadi 10 besar politeknik terbaik di Indonesia 2021.Didamping Ketua Jurusan Pariwisata Prof. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D dan ketua kurikulum Matrappar Prof Dr I Putu Astawa SE, MM, dan para wakil asosiasi dan industri pariwisata, Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE, MeCom membubuhkan tanda tangan validasi kurikulum jurusan ini di Gedung Widya Padma PNB, Senin 30 Agustus 2021.

Dari kiri ke kanan: Ketua kurikulum MBKM Matrappar Prof Dr I Putu Astawa SE, MM; Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi SE, MeCom; Ketua Jurusan Pariwisata Prof. Ni Made Ernawati, MATM, Ph.D dan para wakil asosiasi dan industri pariwisata, sesaat setelah membubuhkan tanda tangan validasi kurikulum jurusan ini di Gedung Widya Padma PNB, Senin 30 Agustus 2021.

 

Ketua Jurusan Pariwisata Prof Ni Made Ernawati MATM, PhD menyatakan, dengan kurikulum MBKM, pihaknya akan semakin intens berhubungan dengan industri karena kurikulum ini memberikan ruang yang semakin besar bagi pengembangan kemampuan mahasiswa juga bagi pengembangan profesionalisme kelembagaan jurusan dan PNB. Tentu kampus dan stakeholder industri pariwisata saling membutuhkan dan saling memberikan keuntungan. Menurut guru besar lulusan S2 di Inggris dan S3 di Australia ini, tervalidasinya kurikulum jurusan menunjukkan adanya kerja sama yang penuh tanggung jawab antara kampus dan stakeholder. “MBKM memberikan peluang sekaligus tantangan bagi mahasiswa untuk melakukan karya nyata atau menghasilkan produk-produk bisnis real, sehingga ketika tamat mahasiswa tidak sulit mencari pekerjaan dan bahkan sejak magang bisa langsung membuat bisnisnya sendiri, seperti start-up atau bisnis jenis lain terkait digitalisasi”.

Sampai saat ini, dengan jumlah mahasiswa sekira 1.570, Jurusan Pariwisata memiliki empat program studi, yaitu Usaha Perjalanan Wisata (UPW); Perhotelan, Manajemen Bisnis Pariwisata (MBP); dan Magister Terapan Perencanaan Pariwisata (Matrappar). Kecuali Matrappar yang memeroleh B karena baru berdiri sejak 2019 dan baru menghasilkan lulusan, semua program studi terakreditasi A oleh BAN-PT. Bahkan Oktober tahun ini, semua program studi dijadwalkan mendapat visitasi dari satu badan akreditasi internasional kenamaan yang berpusat di salah satu negara Eropa barat.

Pencapaian Jurusan Pariwisata sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena sejak berdiri kurikulumnya dibuat sangat update, sesuai dengan dinamika industri, dan “goes international”. Beberapa dosennya saat ini sudah guru besar (profesor). Bahkan jurusan ini memiliki tiga jurnal  yang sangat berkualitas yakni (1) International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events (http://dx.doi.org/10.31940/ijaste,  Terakreditasi Sinta 3, sedang menuju Sinta 2); (2) Journal of Applied Sciences in Travel and Hospitality (http://dx.doi.org/10.31940/jasth,  Terakreditasi Sinta 5, sedang menuju Sinta 3); dan (3) International Journal of Green Tourism Research and Applications (http://dx.doi.org/10.31940/ijogtra, menunggu pengumuman Akreditasi Sinta). [mud].